Halo teman-teman semuanya, mana nih yang suka ngoprek?!

Hari ini saya akan membagikan atau sharing pengalaman cara saya untuk menampilkan Desktop Environment ala-ala Windows di Armbian STB HG680P, sehingga teman-teman sekalian dapat menonton YouTube, film, dan banyak hal lainnya. Namun, sekarang target kita adalah: gimana sih cara agar STB sekecil ini bisa menampilkan video YouTube?



Syaratnya adalah STB teman-teman wajib:

Sudah root.

Sudah terpasang Armbian Linux.

Terpasang antena (bisa beli online antena USB).

Sudah tercolok HDMI ke TV atau Monitor

Sudah terpasang CasaOS (opsional), soalnya punya saya dipasangin itu, tidak tahu berpengaruh atau tidak, hehe... Pokoknya yang penting root sama Armbian, seharusnya CasaOS tidak berpengaruh sih.

Baiklah, langsung saja tanpa basa-basi!


LANGKAH-LANGKAH NONTON YOUTUBE DI STB HG680P

A. Sambungkan STB ke Wi-Fi

Jika teman-teman menggunakan dongle Wi-Fi alih-alih LAN, pasti tidak akan bisa terkoneksi karena driver-nya belum terpasang. Nah, untuk mengatasi masalah itu, berikut langkah-langkah pasangnya:

1. Hidupkan STB dan login sebagai root.

2. Lalu ketikkan perintah sudo nmtui atau nmcli, lalu tekan Enter. Nanti akan muncul antarmuka sederhana untuk memilih Wi-Fi. Klik pada Activate a connection, lalu pilih hostname Wi-Fi kamu dan masukkan password Wi-Fi kamu.

B. Instal Browser

Nah, setelah STB tersambung ke Wi-Fi, langkah selanjutnya adalah menginstal browser. Ada dua pilihan sebenarnya, mau pakai Chromium atau Firefox ESR. Namun, karena setelah saya coba bisanya Firefox ESR, maka kali ini kita akan pakai itu.

1. Pertama, refresh Armbian-nya dengan perintah sudo apt update.

2. Lalu instal browser-nya dengan perintah sudo apt install firefox-esr di terminal. Jika ada pertanyaan, ketik y.

Sudah terinstal, deh! Selamat! Sekarang coba ketik firefox-esr di terminal. Jika belum bisa, berarti perlu instal Desktop Environment di langkah selanjutnya.

C. Instal Desktop Environment

Nah, karena Firefox ESR itu browser berbasis jendela alias bahasa bayinya butuh penampil, atau gampangannya butuh ala-ala Windows-nya maka kita perlu instal yang namanya Desktop Environment, karena Armbian saya ini belum ada Desktop Environment-nya. Begini langkah-langkahnya:

1. Ketikkan perintah apt install xserver-xorg-core xserver-xorg x11-xserver-utils -y.

2. Instal driver videonya menggunakan perintah apt install xserver-xorg-video-fbdev -y.

3. Instal Desktop Environment-nya menggunakan versi teringan, yaitu menggunakan perintah sudo apt install xfce4 xfce4-goodies.

Setelah selesai instalasi di atas, ketik startxfce4 untuk masuk ke Desktop Environment-nya, lalu klik Firefox dan cari YouTube, kemudian setel beberapa video.

D. Mengeluarkan Suaranya

Sayang sekali, kirain tinggal nonton YouTube di TV ternyata ada masalah krusial. Meski saya menggunakan HDMI, namun suaranya tidak mau keluar. Jadi saya curiga karena tidak ada driver audionya. Jadi, mari kita instal driver audionya:

1. Ketik perintah di terminal apt install pavucontrol pulseaudio alsa-utils -y.

2. Cek statusnya di alsamixer dengan mengetik alsamixer di terminal.

-Akan muncul batang-batang volume. Gunakan panah kanan/kiri untuk memilih.

-Pastikan kolom HDMI atau PCM tidak ada tulisan [MM] (Muted). Jika iya, tekan tombol M pada keyboard untuk mengubahnya menjadi [OO] (On).

-Naikkan volumenya pakai panah atas sampai maksimal.

-Tekan Esc untuk keluar.

3. Atur Output-nya:

-Buka PulseAudio Volume Control (cari di menu XFCE dengan nama Volume Control atau lewat terminal ketik pavucontrol).

-Pergi ke tab Configuration.

-Pastikan profilnya diatur ke Digital Stereo (HDMI) Output.

-Di tab Output Devices, pastikan bar volumenya bergerak saat kamu memutar video YouTube.

-Jika muncul peringatan seperti gambar di bawah ini, kemungkinan karena kamu masuk ke sistem root. Demi keamanan, Firefox biasanya tidak mau kalau masuk root, jadi kamu harus:



-Jalankan sudo apt update, lalu apt install pavucontrol -y, kemudian pulseaudio --system --disallow-exit -D.

-Sekarang coba ketik pavucontrol.


Seharusnya sudah tampil dan sudah terdengar audio YouTube-nya. Maaf jika dokumentasinya tidak ada karena saya lupa memvideokannya. Jika ada pertanyaan, DM saja di @soranoaosastories. Terima kasih ya! Meski tidak ada yang baca juga sih;) awoakwok.