Saat ini rasanya tidak mungkin jika ada orang yang tidak tau atau bahkan belum pernah melihat iklan, sekarang produk apapun pasti akan menggunakan iklan yang menarik dengan pemilihan kata yang indah sebagai cara untuk mengenalkan produk nya ke calon konsumen, iklan dengan kata kata yang menarik itulah yang disebut copywriting.
Mengutip dari karya Haryo Nurtiar, copywriting terdiri dari 2 kata: yaitu copy dan writing. Copy adalah teks pemasaran yang biasa kita lihat pada iklan, billboard, dan sebagainya. Sedangkan writing yakni kegiatan menulis. Copywriting ini berupa kegiatan menulis teks pemasaran untuk calon pelanggan agar melakukan tindakan sesuai dengan goals yang ingin dicapai dari suatu iklan atau campaign.
Setelah mengetahui apa itu copywriting sekarang kita akan belajar mengenai jenis – jenis copywriting, berdasarkan jenisnya copywriting dibagi menjadi 2 yaitu tradisional mencakup majalah, koran, pamphlet, brosur, booklet, dan katalog lalu Copywriting digital seperti display ads atau banner dan web copy.
Copywriting Tradisional
Copywriting tradisional umumnya menggunakan media cetak, televisi, dan radio.
1. Media Cetak
Media cetak mencakup berbagai bentuk iklan, seperti iklan display dan advertorial.
Iklan Display
Iklan ini menampilkan gabungan antara teks (copy) dan visual (gambar). Panjang teks iklan display sangat bergantung pada ukuran ruang iklan. Prinsip yang digunakan dalam penulisannya adalah KISS (Keep It Short and Simple), yang artinya teks harus ringkas, lugas, dan tidak bertele-tele.
Advertorial
Advertorial adalah bentuk iklan yang disajikan dalam format artikel atau editorial, sehingga tampak seperti konten jurnalistik biasa. Tujuannya adalah untuk mempromosikan produk, layanan, atau gagasan secara tidak langsung. Dengan kemasan yang informatif dan naratif, advertorial cenderung lebih panjang dan menggunakan pendekatan soft selling. Pendekatan ini membuat pembaca merasa sedang membaca informasi yang berharga, bukan sekadar bujukan untuk membeli, sehingga pesan promosi dapat diterima dengan lebih halus dan persuasif.
2. Media Penyiaran
Media penyiaran seperti televisi dan radio sangat mengandalkan storytelling yang kuat. Iklan di media ini dirancang untuk menarik perhatian audiens melalui sisi emosional, baik dengan narasi yang mendalam atau audio yang menarik.
3. Media Luar Ruangan
Iklan luar ruangan mencakup billboard, poster, dan banner. Dalam format ini, copy harus sangat ringkas—idealnya hanya 5-6 kata. Daya tarik utama terletak pada headline yang mencolok atau visual yang menarik, sebab tujuannya adalah menyampaikan pesan secepat mungkin kepada orang yang sedang bergerak. Detail produk atau value proposition biasanya dikorbankan demi visibilitas dan daya ingat yang tinggi.
Copywriting Digital
1. Web Copy (Advertorial Online)
Web copy, yang sering kali berfungsi sebagai advertorial digital, memiliki karakteristik yang berbeda dari versi cetaknya. Teksnya cenderung 50% lebih ringkas dan langsung ke inti. Elemen terpenting dalam penulisan web copy adalah penerapan SEO (Search Engine Optimization). Dengan menggunakan kata kunci yang relevan, web copy membantu meningkatkan peringkat dan traffic kunjungan ke sebuah website, memastikan konten mudah ditemukan oleh audiens yang tepat.
2. Display Ad
Dalam dunia digital, display ad (atau banner) adalah elemen visual dan teks yang sering muncul di berbagai platform. Untuk media sosial seperti Instagram, Facebook, dan X (Twitter), copy dan desain display ad harus sangat menarik perhatian (eye-catchy). Untuk memaksimalkan dampaknya, ada batasan karakter ideal yang disarankan: sekitar 25 karakter untuk headline dan 90 karakter untuk body copy. Batasan ini memastikan pesan tetap ringkas, mudah dicerna, dan efektif di layar yang kecil.
3. E-mail Marketing
Copywriting untuk e-mail marketing harus ringkas dan tidak bertele-tele. Keberhasilan sebuah email sering kali ditentukan oleh headline-nya; jumlah kata ideal untuk subjek email adalah sekitar 41 karakter atau 7 kata, agar pembaca tertarik untuk membukanya. Untuk body email, panjang idealnya adalah maksimum 200 kata, sehingga pesan utama dapat tersampaikan tanpa membuat pembaca bosan. Dua metrik penting yang digunakan untuk mengukur keberhasilan e-mail marketing adalah Open Rate (berapa banyak email yang dibuka) dan Click-Through Rate (CTR) (persentase pembaca yang mengklik link yang ada di dalam email).
4. Push Notification
Push notification adalah pesan singkat yang muncul di layar perangkat seluler. Karena ruang yang sangat terbatas, copywriting untuk notifikasi ini harus singkat, padat, dan jelas. Headline biasanya hanya 5-6 kata, sementara body copy berkisar antara 10-15 kata. Setiap kata harus dipilih dengan cermat untuk menarik perhatian pengguna dan mendorong mereka untuk berinteraksi lebih lanjut dengan aplikasi atau website.
Itu tadi adalah penjelasan mengenai jenis-jenis Copywriting serta penjelasanya,semoga bermanfaat!.
No comments
Post a Comment